Analisa Bisnis Apotek
Apotek adalah bagian dari institusi pelayanan dasar akan kesehatan. Keberadaan apotek sangat penting, mengingat bahwa obat termasuk dalam bagian utama (60%) anggaran pelayanan kesehatan kita. Trilyunan dana pemerintah dan masyarakat digunakan untuk mendapatkan obat. Dengan potensi pasar yang sedemikian besar ini, keberadaan Apotek sebagai distributor resmi yang “paling berhak” dalam bidang obat,memiliki prospek usaha yang sangat bagus. Apotek diberikan wewenang dalam penyaluran obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat psikotropik, dan obat narkotik. Penyaluran obat tersebut diperuntukkan bagi pasien dan dokter, klinik, Balai Pengobatan, dan Rumah sakit.
Potensi Bisnis
Potensi bisnis apotek masih sangat bagus. Kondisi ini terkait dengan beberapa fakta:
a) Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi
b) Naiknya angka kesakitan, terutama berkembangnya penyakit-penyakit degeneratif (seperti diabetes, hipertensi, jantung, liver, ginjal, kanker, asam urat) yang memerlukan pengobatan jangka panjang
c) Kesadaran masyarakat untuk membeli obat yang aman dan berijin resmi
d) Deregulasi perijinan apotek yang makin dipermudah
e) Apotek boleh menjual produk-produk lain non obat, seperti kosmetika, makanan
f) Obat merupakan kebutuhan yang mempunyai keunikan tersendiri, semurah apapun jika belum butuh tidak akan di beli orang, tapi jika dalam keaadaan sakit Dan sangat membutuhkan obat, semahal apapun akan dibeli.
Keunggulan Dan Resiko
Keunggulan Bisnis Apotek adalah :
a) Melayani kebutuhan dasar masyarakat akan kesehatan yang selalu diprioritaskan oleh segenap masyarakat terutama dalam kondisi badan kurang sehat
b) Tingkat persaingan relatif lebih kecil Ini disebabkan adanya berbagai tata aturan dan perlunya keahlian yang spesifik untuk menjalankan usaha ini.
c) Hanya memutar dari pihak lain (tidak cash) Beberapa saat setelah apotek berjalan, suatu apotek dapat diberikan kepercayaan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk membeli produk tidak secara cash. Umumnya diberikan tempo 3-4 minggu.
Resiko
Setiap Usahan tentunya memiliki resiko, Dan resiko Bisnis Apotek adalah :
a) Biaya operasional cukup besar, karena memerlukan tempat yang layak dan melibatkan para profesional yang perlu digaji dengan layak (Apoteker, Asisten apoteker)
b) Obat memiliki waktu kadaluarsa. Bila tidak cukup ahli dalam mengelola obat, maka bisa terjadi banyak obat yang tidak bisa dijual lagi karena telah kadaluarsa
STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK
1. Modal
a. Modal tetap Rp. 30.000.000;
- Perlengkapan penunjang
(Mebeler, kulkas)
- Perlengkapan apotek Rp. 30.000.000;
- Biaya Sewa Rp 50.000.000,-
- Biaya perizinan Rp. 10.000.000;
- Kendaraan Rp. 12.000.000;
b. Modal Operasional Rp. 120.000.000;
Cadangan modal Rp. 20.000.000; +
Total Modal Rp. 262.000.000;
2. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1
a. Biaya rutin bulanan
1). Tenaga kerja
- Apoteker (1 orang ) Rp. 3.500.000;
- Asisten Apoteker (2 orang) Rp. 2.500.000;
- Tenaga ADM/ penjualan bebas (2 orang) Rp. 2.000.000;
- Pembantu umum (2 orang) Rp. 2.000.000; +
Rp. 10.000.000
2). Biaya lain-lain
- Administrasi Rp. 500.000;
- Listrik, telepon Rp. 1.000.000;
- Lain-lain Rp. 500.000;
- Cadangan sewa Rp 2.500.000+
Rp. 4.500.000;
b. Biaya rutin tahun ke-1
1). Biaya bulanan 12 x Rp. 14.500.000; Rp.174.000.000;
2). Tunjangan hari raya (1 bulan gaji) Rp. 10.000.000; +
Total Biaya rutin dalam 1 tahun Rp. 184.000.000;
3. Proyeksi Pendapatan
a. Pendapatan tahun ke-1
Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 20 lembar / hari dengan
harga rata-rata perlembar diperkirakan Rp. 120.000; dengan demikian
akan diperoleh pendapatan pada tahun pertama sebagai berikut :
- Penjualan resep tahun I (20×25x12)xRp.120.000; = Rp. 720.000.000;
- Penjualan bebas 25×12xRp. 350.000; = Rp. 105.000.000;
- Penjualan lain (OWA) 25×12xRp. 50.000; = Rp. 15.000.000;+
Total Pendapatan selama 1 tahun Rp. 840.000.000;
b. Pengeluaran tahun ke-1
- Pembelian obat resep Rp. 468.000.000;
- Pembelian obat bebas Rp. 60.000.000;
- Pembelian OWA (Obat warung) Rp. 12.000.000;
- Pengeluaran rutin tahun I Rp 184.000.000;+
Total Pengeluaran selama 1 tahun Rp. 720.000.000;-
c. Perkiraan laba rugi tahun ke I
Pendapatan - Pengeluaran Rp 120.000.000,-
Pajak pendapatan (10%) Rp. 12.000.000; -
Laba netto Rp. 108.000.000;
4. Perhitungan atas laba / rugi (BEP) tahun I
Pay back periode = 2, 4 tahun
a. ROI = 41.2%
b. BEP = 766.666.666 / tahun
= 63.888.888 / bulan
= 2.555.555 / hari
c. Prosentase BEP = 92 %
d. Kapasitas = 92% x ( 20×25x12 )
= 5520lembar / tahun
= 460embar / bulan
= 18 lembar / hari
IX. PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka pbisnis Apotek mempunyai prospek yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.
NB : Kunci sukses sebuah bisnis apotek menang dalam persaingan dengan kompetitor adalah “ Harga yang kompetitif / murah dengan tidak mengurangi persentase keuntungan “
Rahasianya :” Profit diambil saat membeli “
Untuk detail dari rahasia strategi profit saat membeli dalam bisnis apotek silakan hubungi kami di alamat emai : sehatilestari@gmail.com
Apotek adalah bagian dari institusi pelayanan dasar akan kesehatan. Keberadaan apotek sangat penting, mengingat bahwa obat termasuk dalam bagian utama (60%) anggaran pelayanan kesehatan kita. Trilyunan dana pemerintah dan masyarakat digunakan untuk mendapatkan obat. Dengan potensi pasar yang sedemikian besar ini, keberadaan Apotek sebagai distributor resmi yang “paling berhak” dalam bidang obat,memiliki prospek usaha yang sangat bagus. Apotek diberikan wewenang dalam penyaluran obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat psikotropik, dan obat narkotik. Penyaluran obat tersebut diperuntukkan bagi pasien dan dokter, klinik, Balai Pengobatan, dan Rumah sakit.
Potensi Bisnis
Potensi bisnis apotek masih sangat bagus. Kondisi ini terkait dengan beberapa fakta:
a) Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi
b) Naiknya angka kesakitan, terutama berkembangnya penyakit-penyakit degeneratif (seperti diabetes, hipertensi, jantung, liver, ginjal, kanker, asam urat) yang memerlukan pengobatan jangka panjang
c) Kesadaran masyarakat untuk membeli obat yang aman dan berijin resmi
d) Deregulasi perijinan apotek yang makin dipermudah
e) Apotek boleh menjual produk-produk lain non obat, seperti kosmetika, makanan
f) Obat merupakan kebutuhan yang mempunyai keunikan tersendiri, semurah apapun jika belum butuh tidak akan di beli orang, tapi jika dalam keaadaan sakit Dan sangat membutuhkan obat, semahal apapun akan dibeli.
Keunggulan Dan Resiko
Keunggulan Bisnis Apotek adalah :
a) Melayani kebutuhan dasar masyarakat akan kesehatan yang selalu diprioritaskan oleh segenap masyarakat terutama dalam kondisi badan kurang sehat
b) Tingkat persaingan relatif lebih kecil Ini disebabkan adanya berbagai tata aturan dan perlunya keahlian yang spesifik untuk menjalankan usaha ini.
c) Hanya memutar dari pihak lain (tidak cash) Beberapa saat setelah apotek berjalan, suatu apotek dapat diberikan kepercayaan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk membeli produk tidak secara cash. Umumnya diberikan tempo 3-4 minggu.
Resiko
Setiap Usahan tentunya memiliki resiko, Dan resiko Bisnis Apotek adalah :
a) Biaya operasional cukup besar, karena memerlukan tempat yang layak dan melibatkan para profesional yang perlu digaji dengan layak (Apoteker, Asisten apoteker)
b) Obat memiliki waktu kadaluarsa. Bila tidak cukup ahli dalam mengelola obat, maka bisa terjadi banyak obat yang tidak bisa dijual lagi karena telah kadaluarsa
STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK
1. Modal
a. Modal tetap Rp. 30.000.000;
- Perlengkapan penunjang
(Mebeler, kulkas)
- Perlengkapan apotek Rp. 30.000.000;
- Biaya Sewa Rp 50.000.000,-
- Biaya perizinan Rp. 10.000.000;
- Kendaraan Rp. 12.000.000;
b. Modal Operasional Rp. 120.000.000;
Cadangan modal Rp. 20.000.000; +
Total Modal Rp. 262.000.000;
2. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1
a. Biaya rutin bulanan
1). Tenaga kerja
- Apoteker (1 orang ) Rp. 3.500.000;
- Asisten Apoteker (2 orang) Rp. 2.500.000;
- Tenaga ADM/ penjualan bebas (2 orang) Rp. 2.000.000;
- Pembantu umum (2 orang) Rp. 2.000.000; +
Rp. 10.000.000
2). Biaya lain-lain
- Administrasi Rp. 500.000;
- Listrik, telepon Rp. 1.000.000;
- Lain-lain Rp. 500.000;
- Cadangan sewa Rp 2.500.000+
Rp. 4.500.000;
b. Biaya rutin tahun ke-1
1). Biaya bulanan 12 x Rp. 14.500.000; Rp.174.000.000;
2). Tunjangan hari raya (1 bulan gaji) Rp. 10.000.000; +
Total Biaya rutin dalam 1 tahun Rp. 184.000.000;
3. Proyeksi Pendapatan
a. Pendapatan tahun ke-1
Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 20 lembar / hari dengan
harga rata-rata perlembar diperkirakan Rp. 120.000; dengan demikian
akan diperoleh pendapatan pada tahun pertama sebagai berikut :
- Penjualan resep tahun I (20×25x12)xRp.120.000; = Rp. 720.000.000;
- Penjualan bebas 25×12xRp. 350.000; = Rp. 105.000.000;
- Penjualan lain (OWA) 25×12xRp. 50.000; = Rp. 15.000.000;+
Total Pendapatan selama 1 tahun Rp. 840.000.000;
b. Pengeluaran tahun ke-1
- Pembelian obat resep Rp. 468.000.000;
- Pembelian obat bebas Rp. 60.000.000;
- Pembelian OWA (Obat warung) Rp. 12.000.000;
- Pengeluaran rutin tahun I Rp 184.000.000;+
Total Pengeluaran selama 1 tahun Rp. 720.000.000;-
c. Perkiraan laba rugi tahun ke I
Pendapatan - Pengeluaran Rp 120.000.000,-
Pajak pendapatan (10%) Rp. 12.000.000; -
Laba netto Rp. 108.000.000;
4. Perhitungan atas laba / rugi (BEP) tahun I
Pay back periode = 2, 4 tahun
a. ROI = 41.2%
b. BEP = 766.666.666 / tahun
= 63.888.888 / bulan
= 2.555.555 / hari
c. Prosentase BEP = 92 %
d. Kapasitas = 92% x ( 20×25x12 )
= 5520lembar / tahun
= 460embar / bulan
= 18 lembar / hari
IX. PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka pbisnis Apotek mempunyai prospek yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.
NB : Kunci sukses sebuah bisnis apotek menang dalam persaingan dengan kompetitor adalah “ Harga yang kompetitif / murah dengan tidak mengurangi persentase keuntungan “
Rahasianya :” Profit diambil saat membeli “
Untuk detail dari rahasia strategi profit saat membeli dalam bisnis apotek silakan hubungi kami di alamat emai : sehatilestari@gmail.com